Tubuh Ibu Lina (bukan nama sebenarnya) seperti
tersengat listrik saat ibu guru menyampaikan kalau Hafizh (bukan nama
sebenarnya) mendapat peringkat kedua dari akhir di kelasnya. Ibu merasa
menyesal karena sudah menanyakan peringkat Hafizh di kelas. Format raport
sekarang memang tidak memberikan informasi tentang peringkat anak. Menurut ibu
guru kebijakan tidak mencantumkan peringkat di raport ini untuk menghindari
rasa rendah diri pada anak-anak yang mendapat peringkat rendah. Apalagi Hafizh baru
menginjak kelas 1 SD. Rasanya kurang bijaksana jika baru saja memasuki
lingkungan sekolah dasar langsung mendapat cap bodoh di kelas. Namun jika orang
tua membutuhkan informasi, dipersilakan untuk bertanya langsung pada ibu guru.
Senin, 14 November 2016
Jumat, 11 November 2016
Mengenali Set Up pada Buku
Judul: Pendidikan Anak dalam Islam
Genre: Pendidikan Islam
Penulis: DR. Abdullah Nashih Ulwan
Daftar Isi Bab 1:
BAGIAN PERTAMA
Pasal I: Perkawinan Ideal dan Kaitannya dengan
Pendidikan
Pasal II: Perasaan Terhadap Anak-anak
Pasal III: Hukum-hukum yang Berkaitan dengan
Kelahiran Anak
Pasal IV: Sebab-sebab Kenakalan Pada Anak dan
Penanggulangannya
Review Bab 1:
Di Bab 1 ini, pendidikan anak dihubungkan pada
proses pernikahan, kemudian potensi rasa sayang orang tua pada anak,
selanjutnya hukum-hukum Islam yang berkaitan dengan anak dan terakhir uraian
mengenai sebab-sebab kenakalan pada anak.
Semua uraian itu ditujukan demi terlaksananya proses
pendidikan anak yang optimal. Dan itu hal yang menarik bagi saya, karena kelengkapan uraiannya membuktikan
Islam memiliki perhatian yang sangat besar terhadap pendidikan anak.
Judul: Brilliant Entrepreneur: Muhammad saw
Genre: Bisnis Islam
Penulis: Bambang Trim
Daftar isi Bab 1:
BAB I: Alkisah Muhammad saw Seorang Pebisnis
A. Pendidikan
Allah sebagai Penggembala
B. Tahan
Banting dari Kanak-kanak hingga Belia (AQ Nabi Muhammad saw)
C. Kebiasaan
Berdagang Bangsa Arab
D. Praktik
Ekonomi dalam Islam
E. Ambisi
Entrepreneurship Muhammad saw
F. Muhammad
saw sebagai Pebisnis
Review Bab 1:
Bab ini menceritakan tentang kenyataan bahwa Muhammad
saw sebelum beliau diangkat menjadi nabi dan rasul adalah seorang entrepreneur.
Selain itu dibahas pula mengenai kegiatan perekonomian (muamalah) menurut konsep
Islam.
Diceritakan di bagian awal bab bahwa tren
entrepreneur di Indonesia selalu muncul pada saat ekonomi sulit. Di mana PHK
merajalela, sulit mencari lapangan pekerjaan, maka menjadi entrepreneur seperti
sebuah pilihan akhir. Padahal menjadi entrepreneur bukan kemampuan seketika
namun merupakan skill yang muncul karena pembiasaan.
Pembiasaan ini berlaku pada kehidupan masa kecil
Muhammad saw. Di usia 12 tahun, Muhammad sudah membantu pamannya, Abu Thalib
berdagang dan bahkan melakukan perjalanan hingga ke Syam.
Yang menarik dari Bab 1 ini, saya mendapatkan
informasi mengenai perjalanan bisnis Muhammad saw, sebagai berikut:
-
Usia 12-20 tahun: Magang Bisnis
-
Usia 20-25 tahun: Pebisnis
Profesional/Manajer Dagang
-
Usia 25-37 tahun: Pengusaha
Jadi dari 63 tahun masa hidup Muhammad saw, selama
23 tahun beliau gunakan untuk menegakan agama Islam dan selama kurang lebih 25
tahun justru beliau habiskan menjadi seorang pebisnis atau entrepreneur.
Judul: 26 Rahasia Jadi Developer Properti Modal
Dengkul
Genre: Bisnis
Penulis: Ir. M. Echsanullah Khan, MM, CPA
Daftar Isi Bab 1:
Bab 1: JADI DEVELOPER PROPERTY, WHY NOT?
·
Mendobrak Mitos yang Keliru
·
Jadi Developer Properti, Semua Masalah
Finansial Anda Tercuci Bersih!
·
Antara Properti dan Developer Properti?
Review Bab 1:
Bab 1 pada buku ini terlihat sekali ingin meyakinkan
pembacanya bahwa bisnis developer properti itu sangat menguntungkan. Dengan membandingkan
keuntungan antara deposito dan bisnis developer properti. Melalui hitung-hitungan sederhana dan menggunakan asumsi, hasilnya
keuntungan dari bisnis developer properti lebih berlipat-lipat. Selain itu disebutkan
pula kelebihan dan peluang dalam bisnis ini.
Penulis yang merupakan pelaku dari bisnis properti ini
memberikan konsep-konsep yang Indonesia sekali. Artinya cocok diterapkan di
Indonesia. Sehingga ungkapannya tentang jangan menelan mentah-mentah
konsep-konsep properti dari luar karena kebijakan negara luar berbeda dengan
kebijakan di Indonesia, itu satu hal yang menarik buat saya.
Kamis, 10 November 2016
Mempersiapkan Generasi yang Kuat
Jaya atau hancurnya suatu bangsa bergantung pada didikan
para orang tua kepada generasi pelanjutnya. Jika perkara pendidikan anak ini
dianggap sepele, maka di kemudian hari akan muncul para pemimpin bangsa dan
masyarakat yang lemah. Baik lemah dalam ilmu pengetahuan, pemahaman agama,
kemandirian sosial hingga ekonomi.
Rabu, 09 November 2016
5 Buku Parenting Andalan
Meskipun pandangan terhadap teori otak kanan dan
otak kiri pada manusia masih dalam pro-kontra, namun saya meyakini bahwa Tuhan
menciptakan manusia dengan kelebihan yang berbeda-beda. Sehingga tidak
seharusnya orang tua membandingkan kelebihan satu anak dengan anak yang
lainnya. Keprihatinan akan perlakuan yang tidak tepat ini mendorong saya untuk
menuliskan sebuah artikel berjudul “Menemukan Potensi Anak dari Masalah Anak”.
Selasa, 08 November 2016
Berharap Bisa Membuat Buku Parenting yang Asyik dan Bermanfaat
Menjadi orang tua merupakan salah satu konsekwensi
dari pernikahan. Sayangnya banyak orang tua yang terkaget-kaget menghadapi anak
justru setelah menjadi orang tua. Sulitnya merawat dan mendidik anak tidak
pernah terbayangkan sebelumnya oleh para calon orang tua. Hal ini membuat para
orang tua mencari sumber bacaan yang bisa memandu mereka saat mengasuh buah
hatinya.
Langganan:
Postingan (Atom)

